hay2 hadir lagi dengan saya Sofy Laila Sari yang akan menceritakan perjalan ke puncak semeru ngomong2 bukan saya yang pernah ke semeru tpi kakak saya hehehe ...
Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
Posisi gunung ini terletak diantara wilayah administrasi
Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.
Perjalan
Diperlukan waktu sekitar
empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki
gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal
kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan
Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang
dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani.
Sebelumnya kita mampir di
Gubugklakah untuk memperoleh surat ijin, dengan perincian, biaya surat ijin
Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang,
Asuransi per orang Rp.2.000,-
Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari
Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos
pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang
membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga
dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga
lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan
memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga
terdapat dua buah danau yakni danau Ranu Pani (1 ha) dan danau Ranu Regulo
(0,75 ha). Terletak pada ketinggian
2.200 mdpl.
Setelah sampai di gapura
"selamat datang", perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan
mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa
dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki
lokal, jalur ini sangat curam.
Jalur awal landai, menyusuri
lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda
penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m.
Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.
Setelah berjalan sekitar 5 Km
menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, lalu akan sampai di Watu
Rejeng. Disini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah
ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang
kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu
Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.
Ranu Kumbolo
Di Ranu Kumbolo dapat
mendirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan
air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat
menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang
burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14
ha.
Meninggalkan Ranu Kumbolo
kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang
ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan
oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang
sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus
seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan
asap wedus gembel.
Selanjutnya memasuki hutan
Cemara dimana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro
Kandang.
Pos Kalimati berada pada
ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini
berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia
ranting untuk membuat api unggun.
Terdapat mata air Sumber
Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh
jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus
gunung.
rumput Kalimati. Arcopodo
berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan
tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo,
tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan
kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada
ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru,
selebihnya akan melewati bukit pasir.
Dari Arcopodo menuju puncak
Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan
mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa
bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di
Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali
sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.
Pendakian sebaiknya dilakukan
pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya
tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.
Tanjakan Cinta merupakan jalan setapak menuju bukit, dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Letaknya tepat setelah Ranu Kumbolo menuju Oro-oro Ombo. Saat melewati Tanjakan Cinta, para pendaki dihimbau untuk tidak menoleh ke belakang. Kalau menoleh, konon Anda akan putus cinta!
Tanjakan Cinta merupakan jalan setapak menuju bukit, dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Letaknya tepat setelah Ranu Kumbolo menuju Oro-oro Ombo. Saat melewati Tanjakan Cinta, para pendaki dihimbau untuk tidak menoleh ke belakang. Kalau menoleh, konon Anda akan putus cinta!
Legenda bermain di sini. Konon, ada dua sejoli yang sudah bertunangan mendaki Gunung Semeru. Saat lewat tanjakan ini, sang pria jalan lebih dulu dan tiba di atas bukit tanpa menoleh sedikit pun ke belakang. Namun sang perempuan keletihan, jatuh terguling, kemudian meninggal dunia.
Itulah kenapa, mitos yang beredar, pendaki yang memikirkan pasangannya dan berhasil melewati Tanjakan Cinta tanpa menoleh ke belakang, akan berjodoh dan cintanya akan abadi. Sebaliknya, kalau di tengah jalan ia menoleh ke belakang, hubungan percintaan konon akan putus.
Percaya tidak percaya, namun banyak pendaki yang mencoba jurus ini untuk menguji ketahanan diri sendiri. Tanjakan Cinta memang cukup melelahkan, dan tampaknya sulit untuk tidak menoleh ke belakang karena Ranu Kumbolo terbentang cantik di sana.
Namun begitu melewati Tanjakan Cinta dan tiba di atas bukit, rasa penasaran dijamin terbayar sudah. Ranu Kumbolo terbentang indah, tampak sangat cantik dari ketinggian. Pepohonan hijau yang mengelilinginya sangat menyejukkan mata.
Istirahatkan kaki Anda, dan berbaliklah ke arah berlawanan. Panorama Oro-oro Ombo langsung menyergap sudut mata. Padang ini dikelilingi perbukitan, pohon pinus tertanam di banyak tempat. Bagi pendaki yang sepanjang Tanjakan Cinta menahan diri untuk tak melihat ke belakang, panorama ini adalah 'hadiah' yang luar biasa
Di puncak Gunung Semeru
(Puncak Mahameru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko,
juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan
aliran lahar. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 - 10 derajad Celsius, pada
puncak musim kemarau minus 0 derajad Celsius, dan dijumpai kristal-kristal es.
Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup
kencang, pada bulan Desember - Januari sering ada badai.
Terjadi letusan Wedus Gembel
setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Pada bulan
Nopember 1997 Gn.Semeru meletus sebanyak 2990 kali. Siang hari arah angin
menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas
beracun dan letusan mengarah ke puncak.
Letusan berupa asap putih,
kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Materi yang keluar
pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala
yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Pada awal tahun 1994 lahar
panas mengaliri lereng selatan Gn.Semeru dan meminta beberapa korban jiwa,
pemandangan sungai panas yang berkelok- kelok menuju ke laut ini menjadi
tontonan yang sangat menarik.
Setalah sampai di puncak semeru pemandangan sangat indah dan rasa kagum yang luar biasa
itulah pengalamna kakak saya yang pergi ke puncak Semeru. semoga bermanfaat
Setalah sampai di puncak semeru pemandangan sangat indah dan rasa kagum yang luar biasa
itulah pengalamna kakak saya yang pergi ke puncak Semeru. semoga bermanfaat





Tidak ada komentar:
Posting Komentar